Dear A,
aku tulis ini surat ini diam-diam sambil memandang kamu yang tertidur pulas di kasur sebelahku. kamu baru pulang kerja, aku suruh istirahat tapi kamu tetep mau temenin aku nyiapin segala hal untuk keperluan magang. lalu setelah berjam-jam kita berdua menghabisi waktu di depan laptop dengan segelas kopi susu dan teh madu, kamu akhirnya mengeluh mengantuk.
aku nggak bisa tidur, biasanya kalau begitu kamu juga nemenin aku sampai aku masuk ke alam mimpi. tapi aku tau posisi kamu, yang jelas kamu butuh istirahat karena badan kamu capek kerja dari pagi sampai malam. jadi aku nggak bilang apa-apa dan biarin kamu tidur nyenyak.
sekarang aku lagi tersenyum seperti remaja yang baru jatuh cinta, padahal aku hanya sedang melihat wajah damai kamu sekarang di atas kasurku. kasur yang spreinya selalu kamu protes karena warnanya terlalu terang untuk kamu yang suka gelap.
hampir seperempat abad yang lalu tuhan memutuskan untuk membawa kamu turun ke dunia. menurutku, itu mungkin adalah hal yang terbaik yang pernah dilakukan oleh yang maha kuasa. membuatmu terlahir, membiarkan dirimu disambut hangat oleh semesta. hujan di hari itu jadi bukti bahwa mereka semua menyambutmu dengan bahagia.
dan aku salah satunya.
hari ini semesta kembali memperingati hari terbaik yang hanya terjadi satu kali dari tiga ratus enam puluh lima lainnya. hari besarmu, hari kelahiranmu yang jadi anugerah untuk banyak insan di dunia.
aku tahu, tidak mudah untuk berdiri dengan kedua kakimu sendiri. kamu sudah banyak terluka, sudah banyak terjatuh hingga tubuhmu tak kuat menopang semua yang ada di pundakmu. tapi kamu tidak kenal kata menyerah, kamu selalu bangkit lagi hingga sekarang kamu bisa bersinar terang layaknya bintang di langit malam.
teruntuk kamu yang sedang genap usianya, aku hanya ingin mengingatkan bahwa saat kamu menoleh ke belakang, kamu punya rumah yang sudah aku isi dengan hangat kepercayaan dan kasih sayang. aku ada disini untuk mendukung setiap langkah yang kamu ambil, aku akan mendoakan apapun yang terbaik untuk dirimu.
bertemu kamu adalah salah satu hal yang paling aku syukuri di dunia ini. menjadi bagian kecil di hidupmu merupakan sesuatu yang tidak akan pernah henti aku agung-agungkan.
kamu berhasil buat aku merasakan apa yang namanya mencintai dan dicintai, mengasihi dan dikasihi. kamu ajari aku banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan bisa aku dapatkan dari seseorang. kamu beri aku kebahagiaan yang tidak ada tandingannya, kamu beri aku tempat untuk berpulang dikala semesta sedang ingin mempermainkan kaumnya yang payah seperti aku. kamu adalah definisi yang selama ini aku cari tentang tempat berteduh.
terima kasih sudah lahir dan bertemu aku disini. saling melengkapi dan saling merengkuh sama lain untuk sama-sama bertahan dikala kita berdua lelah dengan dunia. terima kasih untuk segala senyum, tawa dan semua hal yang sudah kamu lakukan untukku. dan terima kasih untuk tidak pernah menyerah walaupun rasa sakitnya tidak tertahankan. terima kasih ya? kamu pantas dapat hal baik yang ada di dunia.
setiap doa yang aku rapal semoga sampai padamu, terkabul menyelimutimu di setiap kamu melangkah. berbahagialah, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan. jangan terlalu ragu, jangan pula memikirkan pendapat orang yang bahkan tidak peduli denganmu. hidupmu milikmu, bukan punyaku, dan juga bukan punya orang lain. kejarlah bahagiamu, aku pasti akan selalu ada di sampingmu untuk menggenggam tanganmu.
kelak di ulang tahunmu berikutnya, dan berikutnya lagi, bahkan hingga nanti di ulang tahunmu sewaktu usiamu sudah menuju satu abad, aku harap aku masih bisa menuliskan sepatah kata untukmu dan membawakan kue tiramisu kesukaanmu.
aku sayang kamu.
salam manis,
ale